Semakin hari perubahan yang terjadi di dunia ini
semakin pesat. Perubahan tersebut ditandai dengan canggihnya alat
komunikasi, transportasi dll. Perubahan itu di latar belakangi oleh
pikiran manusia yang tidak terbatas. Manusia selalu ingin menciptakan
inovasi-inovasi baru yang nantinya akan mempermudah kehidupan manusia
dimasa mendatang. Kepraktisan tersebut berdampak besar bagi masyarakat
dunia termasuk Indonesia. Perubahan tersebut bisa berdampak positif
maupun negatif tetapi kebanyakan dari pesatnya perubahan tersebut
menyebabkan dampak negatif atau bisa kita artikan sebagai perubahan yang
tidak seimbang.
Pada jaman dahulu kepraktisan tersebut
khususnya di Indonesia sepertinya amat mustahil jika dapat di
realisasikan pada jaman sekarang ini. Pada jaman dahulu masyarakat
Indonesia masih sangat memegang teguh kepercayaan mereka masing-masing.
Kepercayaan tersebut berupa kepercayaan terhadap benda-benda yang
memiliki kekuatan. Kepercayaan yang ada di wilayah mereka jika
ditinggalkan akan mendapatkan musibah dll. Hal tersebut yang membuat
masyarakat Indonesia pada jaman dahulu sangat sulit untuk maju.
Ditambah
lagi pada jaman dahulu masyarakat Indonesia dijajah oleh bangsa luar
untuk dijadikan sebagai pembantu di negaranya sendiri dengan gaji yang
tidak setara dengan pekerjaannya (kerja paksa). Adanya penjajahan
tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia yang semakin banyak tetapi
dari banyaknya masyarakat tersebut kurang di imbangi dengan adanya
tenaga pendidik (guru) dan fasilitas pendidikan (sekolah) sehingga
meskipun dijajah beribu-ribu tahun oleh bangsa luar mereka tidak bisa
melawan. Dampak dari adanya penjajahan tersebut adalah masyarakat
Indonesia semakin miskin, sawah dan ladang menjadi terlantar karena
adanya kerja paksa, kesejahteraan rakyat yang sangat minim, terjadi
kesenjangan sosial, banyak kasus kelaparan, hasil pertanian yang dibeli
dengan harga yang sangat murah dll.
Perubahan tersebut pada
jaman dahulu tidak hanya menyebabkan dampak negatif saja tetapi juga
menimbulkan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Misalnya, menambah
pengetahuan masyarakat dalam bidang bercocok tanam, adanya budaya baru
yang masuk, tambahan pengetahuan tentang bahasa dll. Dari dampak
tersebut sedikit demi sedikit masyarakat Indonesia pemikirannya mulai
bisa berkembang meskipun sistem kepercayaan berupa animisme dan
dinamisme tersebut tidak dapat ditinggalkan sepenuhnya tetapi setidaknya
mereka mampu untuk merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi
dimasa yang akan datang.
Dibandingkan dengan jaman sekarang
semuanya tampak berubah secara drastis. Perubahan tersebut dikarenakan
adanya dorongan dari manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari
sini dapat kita ketahui bahwa pesatnya perkembangan jaman pengaruhnya
sangat tinggi bagi kehidupan manusia. Pesatnya perkembangan termasuk
dalam hal perkembangan teknologi sekarang ini bisa memengaruhi pemikiran
manusia karena semua kegiatan manusia tidak dapat terpisahkan dari
teknologi mulai dari kegiatan ekonomi, bisnis dll.
Contoh lain
yang dapat membuktikan bahwa perkembangan teknologi berlangsung begitu
pesat misalnya, pada jaman dahulu orang ingin berkomunikasi dengan
keluarga yang jaraknya sangat jauh mereka harus mengirimnya lewat surat
atau bahkan merpati yang waktu pengirimannya sangat lama dan memakan
waktu berhari-hari. Namun dengan adanya masalah tersebut mendorong
manusia untuk membuat alat yang kecil, praktis tetapi manfaatnya sangat
besar bagi kegiatan hidup manusia atau bahkan fungsinya bisa melebihi
alat untuk komunikasi saja sehingga muncullah alat komunikasi yang
bernama ponsel (hp).
Ponsel pada jaman sekarang bukan hanya
berguna untuk alat komunikasi saja tetapi juga memberikan manfaat
sebagai hiburan. Pada jaman sekarang ini ponsel tidak hanya sebagai alat
untuk komunikasi jarak jauh saja tetapi juga digunakan untuk bisnis
online, bentuknya juga bervariasi misalnya sekarang ada ponsel yang
berbentuk seperti jam tangan. Itulah salah satu bukti nyata bahwa
pemikiran manusia tidak ada batasnya.
Perubahan tersebut dapat
menggeser kepercayaan-kepercayaan yang telah ada sebelumnya di
Indonesia. Pergeseran kepercayaan tersebut amat sangat terasa di wilayah
perkotaan dari pada di pedesaan. Mengapa demikian? Karena masyarakat
yang tinggal di perkotaan akan semakin terbuka terhadap sesuatu yang
baru (kekinian) tanpa harus memfilter terlebih dahulu apakah hal
tersebut baik atau buruk bagi kehidupannya. Misalnya jika masyarakat
kota sudah memegang ponsel, mereka tidak akan memedulikan orang-orang
yang ada di sekitarnya bahkan banyak kematian yang disebabkan oleh
pengaruh ponsel.
Bukan hanya dilihat dari dampak dari perubahan
bidang komunikasi saja tapi juga bisa dilihat dari pesatnya perubahan
bidang transportasi, kebanyakan orang kota akan lebih senang jika
bepergian menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum, itu
yang nantinya akan menimbulkan perbedaan strata antara yang kaya dan
yang miskin. Perubahan tersebut yang akan mempersulit sosialisasi antara
satu orang dengan orang lainya. Maka tak heran jika banyak orang yang
mengatakan bahwa masyarakat perkotaan hidupnya individualis.
Perubahan
tersebut akan berbanding terbalik dengan masyarakat pedesaan. Meskipun
perubahan itu tidak sampai masuk ke wilayah pelosok (pedalaman)
Indonesia tapi setidaknya masyarakat pedesaan masih bisa menikmati
pesatnya perubahan yang ada di dunia ini. Pesatnya perubahan tersebut
dikarenakan adanya arus globalisasi dimana arus ini dapat diartikan
sebagai proses masuknya keruang lingkup dunia. Pengertian tersebut dapat
dikatakan bahwa semua manusia termasuk yang ada di pedesaan bisa
menikmati perubahan tersebut misal, masyarakat pedesaan sudah mengenal
ponsel tetapi ponsel tersebut jarang digunakan untuk hal-hal yang
penting. Hal tersebut bisa berupa bisnis online dimana nantinya akan
meningkatkan penghasilan mereka dll. Kebanyakan dari mereka menggunakan
ponsel hanya sebagai alat komunikasi saja.
Perubahan tersebut
juga akan terlihat mencolok pada masyarakat pelosok. Indonesia sampai
sekarang masih banyak wilayah-wilayah pelosok yang kurang mendapatkan
perhatian dari pemerintah. Wilayah pelosok tersebut jangankan bisa
menikmati pesatnya perubahan yang ada di dunia ini, lampu saja mereka
tidak punya. Misalkan di daerah Papua Barat desa Bahamyenti, disana
hanya ada 5 kepala rumah tangga saja. Desa tersebut wilayahnya terdapat
dipelosok, untuk mencapai desa tersebut kita harus berjalan kaki dengan
kondisi jalan berbatu dan licin.
Masyarakat yang ingin
bersekolah harus jalan kaki jauh dikarenakan jalannya belum mendapatkan
perhatian dari pemerintah. Sehingga tidak ada kendaraan yang melintasi
desa tersebut. Kemudian untuk kegiatan mandi dll, mereka masih
menggunakan sungai. Kehidupan mereka sangat bergantung dengan alam.
Perbedaan
mendasar antara masyarakat perkotaan, pedesaan dan pelosok adalah
kepercayaan mereka. Masyarakat perkotaan yang terpengaruh oleh pesatnya
arus globalisasi akan meninggalkan kepercayaan mereka karena merurut
mereka hal tersebut adalah kuno. Kepercayaan yang dimaksud disini adalah
mitos. Berbeda halnya dengan masyarakat pedesaan, meskipun mereka
sebagian sudah mengenal perubahan seperti masyarakat perkotaan tetapi
mereka masih memegang teguh kepercayaan yang ada di wilayahnya.
Misalnya
jika ingin menikah mereka menggunakan penanggalan jawa, Tidak boleh
duduk depan pintu agar jodohnya tidak kabur dll. Kepercayaan-kepercayaan
yang seperti itu masih dipegang teguh oleh masyarakat pedesaan. Apalagi
di wilayah pelosok, mereka sangat memegang teguh kepercayaan mereka
atau bahkan kepercayaan mereka masih murni karena sampai sekarang tidak
ada perubahan sedikitpun dari kepercayaan tersebut. Misalnya saja di
papua, mereka masih mempercayai mitos bahkan pakaian dan rumah mereka
masih mengunakan bentuk-bentuk yang belum tersentuh oleh pesatnya
perubahan dunia. Namun mungkin hal tersebut tidak berlaku di wilayah
perkotaan.
Pesatnya perubahan tersebut akan menguntungkan bagi
golongan tertentu demi mencapai suatu keinginan yang tidak terbatas.
Bisa kita katakan bahwa kita sekarang masih dijajah tetapi bukan oleh
orang luar tetapi dalam negeri sendiri. Misalnya, negara Indonesia
adalah negara yang subur, sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai
petani lantas kenpa harga cabai pada tahun 2017 mengalami kenaikan harga
yang sangat pesat? Dari situ dapat kita simpulkan bahwa ada orang yang
berkepentingan berusaha untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya guna
mencapai kebutuhannya sendiri.
Perubahan tersebut akan merugikan
pihak satunya dimana semua hal di dunia ini pasti akan ada yang merasa
diuntungkan dan dirugikan. Kerugian tersebut akan berdampak bagi
orang-orang yang kurang mendapatkan pendidikan seperti halnya masyarakat
pelosok yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Masyarakat
pelosok hanya digunakan sebagai alat untuk terciptanya keinginan bagi
golongan atas. Kalangan atas dengan pengetahuan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan kalangan menengah kebawah akan mengeksploitasi
segala sesuatu yang ada di alam ini hingga akhirnya yang kaya akan
semakin kaya begitupun sebaliknya.
Bayangkan jika pesatnya
perubahan di dunia ini semakin hari semakin menjadi besar, maka
kehidupan seperti masyarakat pelosok yang tidak mengerti apa-apa bahkan
tidak pernah menikmati pesatnya perkembangan yang ada di dunia ini akan
ikut menanggung kerugiannya. Jika awalnya mereka menggantungkan diri
kepada alam tetapi alam sudah di eksploitasi besar-besaran oleh orang
berkepentingan maka siapa yang akan menanggung kehidupan mereka
selanjutnya? Sedangkan pemerintah sekarang hanya sibuk dengan kasus
korupsi E-ktp yang tidak akan pernah habis tersebut.
Pesatnya
perubahan tersebut tidak akan bisa diatasi karena semakin hari manusia
semakin banyak. Jika manusia semakin banyak maka kebutuhan hidupnya pun
semakin meningkat. Kemudian, dari situ akan muncul keinginan-keinginan
bagaimana kebutuhan tersebut bisa terpenuhi. Sehingga, banyak orang
mengeksploitasi alam secara besar-besaran tanpa harus memerhatikan
dampak bagi kehidupan manusia dimasa mendatang. Sekarang ini sudah
banyak contohnya seperti, banyak pohon ditebangi sehingga terjadi banjir
dan tanah longsor dimana-mana, banyak hewan dilaut yang mati karena
memakan sampah plastik yang dibuang oleh manusia kelaut. Itulah sebagian
contoh perbuatan manusia yang serakah, mereka hanya ingin mengambil
tanpa memperbarui alam ini.
Perubahan antara jaman dulu dan
sekarang memang sangat pesat bahkan perubahannya tidak dapat dicegah
oleh siapapun dan juga tidak bisa dipungkiri perubahan tersebut akan
menggeser atau memunahkan kepercayaan yang ada di masyarakat khususnya
masyarakat pedesaan. Hingga diharapkan pemerintah bisa lebih tegas lagi
dalam membuat kebijakan-kebijakan dimana kebijakan tersebut lebih
membela golongan menengah ke bawah agar pesatnya perubahan jaman bisa
diikuti oleh semua golongan tanpa adanya kerugian disalah satu pihak.
Begitu
juga masyarakat pelosok di Indonesia bisa lebih menikmati perkembangan
jaman tanpa harus mengorbankan alam mereka dimana alam sebagai tempat
berlangsungnya hidup mereka. Pemerintah harus lebih tegas memberikan
sanksi bagi orang-orang yang mengeksploitasi alam secara besar-besaran.
Bukan hanya pemerintah saja yang harusnya lebih tegas tetapi juga dari
pihak masyarakatnya. Jika pemerintah sudah membuat kebijakan sesuai
dengan pertimbangan, masyarakat harus mentaatinya tetapi jika masih
kurang masyarakat juga mempunyai hak untuk mengkritisi kebijakan
tersebut.
Meskipun masyarakat mempunyai hak besar dalam negara
ini karena negara ini menganut sistem demokrasi tetapi alangkah lebih
baiknya jika ingin mengkritisi tidak harus dengan demo besar atau hal
anarkis lainnya agar negara Indonesia ini tidak rusuh dengan hal-hal
negatif seperti itu, agar negara Indonesia ini bisa berjalan semestinya
dengan negara-negara maju lainnya.
Sumber : https://www.kompasiana.com/retno_ekaning26/pengaruh-perkembangan-zaman-terhadap-pola-pikir-masyarakat_58fdc71e9fafbd6719b391ee
Tugas ISD
Sabtu, 02 Desember 2017
Youtube
Kelebihan dan Kekurangan Youtube
YouTube merupakan salah satu penyedia layanan video terbesar saat ini, YouTube juga media untuk upload secara gratis. Para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis, YouTube juga sangat cocok bagi kita yang ingin mencari informasi tanpa harus membaca artikel, Umumnya video-video di YouTube adalah klip video klip, Acara TV,
Film serta video buatan para penggunanya sendiri. Dan perlu di ingat,
video yang ditampilkan pada umumnya hanya untuk dilihat melalui browser,
tidak untuk di download dan dilihat secara offline.
Namun pada 9 Oktober 2006 diumumkan bahwa YouTube telah dibeli Google dengan harga US$1,65 miliar, mungkin karena Youtube merupakan situs
yang paling banyak dikunjungi kedua di dunia, dan pasti ini sangat
menguntungkan bagi Google. Karena terlalu bisa diakses dan mengakses
terlalu bebas, di beberapa negara seperti cina dan turki, oleh pihak
berkuasa, facilitas YouTube tidak bisa diakses. Upload bebas video dengan YouTube kadang bisa menimbulkan akibat fatal ketika kita lupa upload atau tidak sengaja terupload.
Dan inilah kelebihan dan kekurangan menggunakan Youtube:
Kelebihannya :
- bisa melihat dan mengupload video yang kita suka
- sebagai ajang promosi diri
- bisa mendownload setiap video
- bisa belajar streaming, banyak video bermanfaat
- ukurannya ada yang HD, bisa di download
- videonya banyak
kekurangannya :
- bisa disalahgunakan penggunanya
- banyak informasi yang menyesatkan
- banyak negara yang memblok Youtube
- Karena terlalu bebas upload jadi banyak video yang tidak berguna atau video pornografi yang terupload
- gambarnya tersendat sendat
- banyak video dengan kualitas buruk
- tidak cocok untuk slow conection
- tidak bias download secara langsung
Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah Penyebab Beserta Solusinya
Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah Penyebab Beserta Solusinya!
Bagaimana
cara mengatasi siswa yang malas belajar? Mungkin pertanyaan seperti ini
pernah, bahkan kerap kali hinggap di pikiran Bapak/Ibu Guru. Sebelum
mencari solusi, ada baiknya cari tahu dulu apa penyebabnya. Kalau
penyebabnya sudah ditemukan, tentu solusi juga akan didapat. Berikut
Ruangguru.com rangkum untuk Bapak/Ibu Guru. Keep reading :)
"Jika kau berteman dengan dengan kemalasan, maka kesuksesan akan menjauhimu. Karena kesuksesan berteman dengan kerja keras."
1. Beban sekolah
Foto: chrysalis-school.com
Bayangkan
saja kalau dalam sehari siswa dihadapkan lebih dari 5 mata pelajaran
berbeda. Belum lagi kalau setiap mata pelajaran memberikan tugas dan
ujian, tentu akan sangat melelahkan. Hal ini dapat memicu turunnya
motivasi belajar siswa. Solusinya, coba pertimbangkan baik-baik sebelum memberikan tugas ke siswa.
Buatlah tugas yang inovatif untuk siswa sehingga mampu berpikir kritis
dan kreatif. Tujuan utama tugas adalah melatih kemampuan siswa, bukan
menambah beban siswa. Kalau sampai terlalu banyak beban, siswa akan
letih, jenuh, dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya. Bapak/Ibu
tidak ingin hal tersebut terjadi kan?
2. Cara mengajar
Foto: teachaway.com
Coba
evaluasi ulang, bagaimana dengan cara pengajaran yang Bapak/Ibu terapkan
selama ini kepada siswa. Apa sudah sesuai atau belum. Jangan bosan
untuk mengkaji ulang apa yang harus diperbaharui dan diperbaiki.
3. Minat
Malas juga bisa
dipicu karena siswa kurang gemar pada beberapa pelajaran tertentu. Nah,
di sinilah peran Bapak/Ibu untuk mengarahkan siswa untuk mengetahui
minat dan bakatnya. Jika menonjol pada bidang tertentu, dukung dan terus
beri motivasi agar siswa lebih percaya diri mengembangkan dirinya.
Untuk hal ini, wajib hukumnya untuk berpikiran terbuka ya. Ingat, tidak
semua siswa berminat pada mata pelajaran akademis lho. Namun, jangan
lupa didukung dengan mata pelajaran yang kurang disukai. Semangati
dengan “Coba dulu, pelan-pelan pasti bisa.”
4. Masalah pribadi
Foto: mdpcdn.com
Jangan
pernah bosan untuk mengenali siswa secara personal. Karakter siswa
terbentuk pertama kali sejak dari rumah. Jika siswa malas, maka perlu
ditelusuri apakah ada masalah tertentu yang mengakibatkan siswa
berperilaku demikian. Misalnya masalah atau tekanan dari orangtua dan
saudara kandung. Orang di rumah harus mempunyai komunikasi yang terjalin
baik dengan siswa. Selain itu, peer group juga turut
berpengaruh pada perkembangan karakter. Kalau dikelilingi orang-orang
inspiratif dan rajin, siswa pun akan ikut terbawa arus positif, begitu
juga sebaliknya.
5. Tidak ada yang jadi panutan
Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya,
guru profesional adalah yang bisa menjadi contoh bagi siswanya. Nah,
siswa tentu butuh panutan agar ia termotivasi. Pancing siswa agar
menceritakan siapa tokoh idolanya. Jika siswa bingung, maka Bapak/Ibu
bisa coba mengenalkan dengan tokoh-tokoh inspiratif yang akan memacu
motivasi belajar mereka.
Bapak/Ibu
harus memberi pengarahan serta kesadaran bahwa rajin itu hal positif
yang harus dijadikan kebiasaan. Cara paling ampuh untuk mengembangkan
potensi diri adalah belajar. Tidak hanya teori, namun dibarengi dengan
praktik karena merupakan kebutuhan setiap manusia. Coba beri motivasi
dengan mengatakan “Lihat anak-anak di jalanan sana. Mereka ingin belajar
seperti kalian, namun tidak memungkinkan karena harus membantu orangtua
mencari uang. Seharusnya mereka bisa ikut belajar dan bermain dengan
teman sepantarannya seperti kalian.”
6. Cara penyampaian
Foto: understood.com
Well,
mungkin secara tidak sadar Bapak/Ibu pernah mengucapkan kalimat yang
membuat siswa tidak nyaman. Jika tidak nyaman, maka rasa malas akan
menghantui. Apa pun yang hendak dibicarakan pada siswa, sebaiknya tidak
mengintimidasi atau merendahkan diri siswa. Ucapkanlah selalu kata-kata
positif meski dalam kondisi marah sekali pun. Hindari amarah yang
menggebu-gebu, apalagi sampai menggunakan kekasaran ya.
7. Belum menemukan cara belajar yang tepat
Cara belajar
setiap orang berbeda-beda, termasuk siswa. Ada yang mudah paham dengan
mendengar, lihat gambar, membaca, dan sebagainya. Rasa malas bisa juga
muncul karena siswa belajar dengan metode yang kurang sesuai dengan
kemampuannya menyerap ilmu. Penting sekali untuk mengedukasi siswa
perihal pentingnya mengenal diri masing-masing. Kalau siswa tahu metode belajar
seperti apa yang membuat mereka mudah mencerna pelajaran, tentu
segalanya jadi lebih mudah. Bapak/Ibu hanya perlu mendampingi sambil
terus mendukung.
8. Pacaran
Maraknya
pacaran di kalangan pelajar, bahkan di usia SD membuat hal ini menjadi
semacam tren. Fenomena ini sungguh disayangkan. Waktu yang seharusnya
bisa dialokasikan untuk belajar, terpakai untuk chat dan
telepon dengan sang pacar. Sebaiknya jangan dilarang, karena biasanya
semakin dilarang, justru semakin menjadi. Dalam hal ini, Bapak/Ibu bisa
mengontrol agar siswa masih dalam batas sewajarnya. Dengan demikian,
siswa mampu mengelola waktu, mana yang untuk belajar, mana untuk
senang-senang.
9. Fasilitas berlebih
Orangtua
memfasilitasi anak dengan berbagai macam kenyamanan. Hal ini ditujukan
agar si anak tidak perlu repot melakukan berbagai aktivitasnya. Well,
tidak salah memberikan fasilitas, asal tahu cara mengelolanya. Jangan
sampai karena terbuai fasiltas, siswa malah jadi malas berusaha karena
terbiasa mudah mendapatkan apa-apa. Misalnya diberikan gadget bagus dan mahal. Selain digunakan untuk hiburan, ada baiknya jika dimanfaatkan juga untuk belajar. Sekarang sudah ada latihan soal dan aplikasi belajar online yang bisa memudahkan siswa belajar di mana dan kapan saja. Guru di era kini, sudah harus melek teknologi juga dong.
Bapak/Ibu
Guru harus berkoordinasi dengan pihak orangtua siswa agar semua berjalan
lancar. Jika siswa berhasil melawan rasa malasnya, jangan ragu untuk
berikan apresiasi kepadanya. Happy teaching, good teacher! (TN)
Sumber : https://blog.ruangguru.com/mengapa-siswa-malas-belajar-inilah-penyebab-beserta-solusinya
Rabu, 29 November 2017
Cerpen Terbaik
Kopi dan Kematian
Hujan semakin deras mengguyur kota,
menutupi temaram senja embun menempel pada kaca-kaca jendela, setiap tetesnya
laksana jarum bagi pengendara motor, daun-daun berguguran lalu hanyut menuju
selokan.
Bagaikan raja, ia duduk di dalam
sebuah kafe, dua kakinya tergeletak di atas meja bersanding dengan secangkir
kopi yang masih hangat, tatapannya sombong menembus kaca amati rintik hujan
yang jatuh tanpa henti.
Ia hanya termenung dan melamun tiba-tiba jederrrr… Prang… Gemuruh petir menyambar kaca jendela hingga pecah, satu dua tiga menit terlewat ia amati sekelilingnya, ramai dan bising rumpian orang-orang.
Ia hanya termenung dan melamun tiba-tiba jederrrr… Prang… Gemuruh petir menyambar kaca jendela hingga pecah, satu dua tiga menit terlewat ia amati sekelilingnya, ramai dan bising rumpian orang-orang.
“Di mana aku? Dan mengapa tempat ini
ramai sekali?”
“Ingatan terakhirku, aku berada di sebuah kafe, tapi ini? Tempat apa?”
“Warung kopi?”. Lama ia merasa bingung, “Mas farhan ini kopinya” tawar seorang pelayan warung,
“Aku tidak memesan kopi ini mbak”
“Iya mas memang tidak memesan kopi, tapi orang itu yang memesankan kopi ini untuk mas” pelayan itu menunjuk seorang lelaki parubaya yang duduk dua kursi dari farhan, sembari berlalu pelayan itu meninggalkan tanda tanya pada benak farhan.
“Siapa lagi orang tua ini, kenal saja tidak tiba-tiba mentraktir aku kopi”.
“Ingatan terakhirku, aku berada di sebuah kafe, tapi ini? Tempat apa?”
“Warung kopi?”. Lama ia merasa bingung, “Mas farhan ini kopinya” tawar seorang pelayan warung,
“Aku tidak memesan kopi ini mbak”
“Iya mas memang tidak memesan kopi, tapi orang itu yang memesankan kopi ini untuk mas” pelayan itu menunjuk seorang lelaki parubaya yang duduk dua kursi dari farhan, sembari berlalu pelayan itu meninggalkan tanda tanya pada benak farhan.
“Siapa lagi orang tua ini, kenal saja tidak tiba-tiba mentraktir aku kopi”.
Lelaki paru baya itu lalu bangkit
dan menghampiri farhan dengan suara berat ia berucap, “Kamu tahu nak farhan?”
“Secangkir kopi ini suatu saat akan mengadu pada tuhan, bagaimana kita menikmatinya dan dalam tingkah bagaimana kita menghirup aromanya”, tanpa permisi ia berlalu meninggalkan tanda tanya di benak dan hati farhan.
“Secangkir kopi ini suatu saat akan mengadu pada tuhan, bagaimana kita menikmatinya dan dalam tingkah bagaimana kita menghirup aromanya”, tanpa permisi ia berlalu meninggalkan tanda tanya di benak dan hati farhan.
Ia hanya diam kebingungan sembari
menatap kopi yang belum diseruputnya, lalu kopi itu bersuara “Hey… Mengapa kau
tatap aku seperti musuh? Bukankah kita berteman? Apa kau lupa bagaimana kita
menghabiskan malam dengan nafsu dan yang menggebu-gebu, serta menghabiskan
hari-hari dengan penuh ambisi?” ia tercekang tak percaya apa yang barusan
didengarnya.
“Secangkir kopi? Membongkar aibku, mustahil”.
“Orang tua itu.. Aku harus mengejarnya”.
“Secangkir kopi? Membongkar aibku, mustahil”.
“Orang tua itu.. Aku harus mengejarnya”.
Tanpa pikir panjang ia berlari
keluar warung mencari orang tua yang menasehatinya, namun langkahnya terhenti
oleh kerumunan orang di depan kafe.
“Kafe? Bukankah aku tadi berada di kafe ini?” lagi-lagi ia dibuat bingung oleh keadaan, ia tatap jalan yang baru dilaluinya hanya jalan raya yang sepi, hujan lebat serta beberapa mobil polisi yang terparkir di depan kafe.
Hanya bunyi bisik-bisik orang yang samar beradu deru hujan.
“Kafe? Bukankah aku tadi berada di kafe ini?” lagi-lagi ia dibuat bingung oleh keadaan, ia tatap jalan yang baru dilaluinya hanya jalan raya yang sepi, hujan lebat serta beberapa mobil polisi yang terparkir di depan kafe.
Hanya bunyi bisik-bisik orang yang samar beradu deru hujan.
“Siapa yang meninggal?”
“Nggak tau, katanya farhan namanya”.
Ia tercekang mendengar nama farhan “Farhan siapa?” jeritnya..
“Hey.. Farhan siapa yang meninggal”
Namun jeritnya hilang tertelang deru hujan, ia menerobos kerumunan dan masuk ke dalam kafe. “Hah.. Mengapa aku terbaring kaku di situ?”
“Aku… Sudah meninggal?”
“Tidaaakkk…” namun hanya deru hujan yang menutup langit jingga serta teriakan yang tak pernah terdengar
“Nggak tau, katanya farhan namanya”.
Ia tercekang mendengar nama farhan “Farhan siapa?” jeritnya..
“Hey.. Farhan siapa yang meninggal”
Namun jeritnya hilang tertelang deru hujan, ia menerobos kerumunan dan masuk ke dalam kafe. “Hah.. Mengapa aku terbaring kaku di situ?”
“Aku… Sudah meninggal?”
“Tidaaakkk…” namun hanya deru hujan yang menutup langit jingga serta teriakan yang tak pernah terdengar
Cerpen Karangan: Aris Asya’ari
Facebook: arisasy’ari
Facebook: arisasy’ari
Cerpen Kopi dan Kematian merupakan
cerita pendek karangan Aris Asya'ari, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk
membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
Langganan:
Komentar (Atom)
Pengaruh Perkembangan Zaman terhadap Pola Pikir Masyarakat
Semakin hari perubahan yang terjadi di dunia ini semakin pesat. Perubahan tersebut ditandai denga...