Sabtu, 02 Desember 2017

Pengaruh Perkembangan Zaman terhadap Pola Pikir Masyarakat

Semakin hari perubahan yang terjadi di dunia ini semakin pesat. Perubahan tersebut ditandai dengan canggihnya alat komunikasi, transportasi dll. Perubahan itu di latar belakangi oleh pikiran manusia yang tidak terbatas. Manusia selalu ingin menciptakan inovasi-inovasi baru yang nantinya akan mempermudah kehidupan manusia dimasa mendatang. Kepraktisan tersebut berdampak besar bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Perubahan tersebut bisa berdampak positif maupun negatif tetapi kebanyakan dari pesatnya perubahan tersebut menyebabkan dampak negatif atau bisa kita artikan sebagai perubahan yang tidak seimbang.
Pada jaman dahulu kepraktisan tersebut khususnya di Indonesia sepertinya amat mustahil jika dapat di realisasikan pada jaman sekarang ini. Pada jaman dahulu masyarakat Indonesia masih sangat memegang teguh kepercayaan mereka masing-masing. Kepercayaan tersebut berupa kepercayaan terhadap benda-benda yang memiliki kekuatan. Kepercayaan yang ada di wilayah mereka jika ditinggalkan akan mendapatkan musibah dll. Hal tersebut yang membuat masyarakat Indonesia pada jaman dahulu sangat sulit untuk maju.
Ditambah lagi pada jaman dahulu masyarakat Indonesia dijajah oleh bangsa luar untuk dijadikan sebagai pembantu di negaranya sendiri dengan gaji yang tidak setara dengan pekerjaannya (kerja paksa). Adanya penjajahan tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia yang semakin banyak tetapi dari banyaknya masyarakat tersebut kurang di imbangi dengan adanya tenaga pendidik (guru) dan fasilitas pendidikan (sekolah) sehingga meskipun dijajah beribu-ribu tahun oleh bangsa luar mereka tidak bisa melawan. Dampak dari adanya penjajahan tersebut adalah masyarakat Indonesia semakin miskin, sawah dan ladang menjadi terlantar karena adanya kerja paksa, kesejahteraan rakyat yang sangat minim, terjadi kesenjangan sosial, banyak kasus kelaparan, hasil pertanian yang dibeli dengan harga yang sangat murah dll.
Perubahan tersebut pada jaman dahulu tidak hanya menyebabkan dampak negatif saja tetapi juga menimbulkan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Misalnya, menambah pengetahuan masyarakat dalam bidang bercocok tanam, adanya budaya baru yang masuk, tambahan pengetahuan tentang bahasa dll. Dari dampak tersebut sedikit demi sedikit masyarakat Indonesia pemikirannya mulai bisa berkembang meskipun sistem kepercayaan berupa animisme dan dinamisme tersebut tidak dapat ditinggalkan sepenuhnya tetapi setidaknya mereka mampu untuk merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
Dibandingkan dengan jaman sekarang semuanya tampak berubah secara drastis. Perubahan tersebut dikarenakan adanya dorongan dari manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pesatnya perkembangan jaman pengaruhnya sangat tinggi bagi kehidupan manusia. Pesatnya perkembangan termasuk dalam hal perkembangan teknologi sekarang ini bisa memengaruhi pemikiran manusia karena semua kegiatan manusia tidak dapat terpisahkan dari teknologi mulai dari kegiatan ekonomi, bisnis dll.
Contoh lain yang dapat membuktikan bahwa perkembangan teknologi berlangsung begitu pesat misalnya, pada jaman dahulu orang ingin berkomunikasi dengan keluarga yang jaraknya sangat jauh mereka harus mengirimnya lewat surat atau bahkan merpati yang waktu pengirimannya sangat lama dan memakan waktu berhari-hari. Namun dengan adanya masalah tersebut mendorong manusia untuk membuat alat yang kecil, praktis tetapi manfaatnya sangat besar bagi kegiatan hidup manusia atau bahkan fungsinya bisa melebihi alat untuk komunikasi saja sehingga muncullah alat komunikasi yang bernama ponsel (hp).
Ponsel pada jaman sekarang bukan hanya berguna untuk alat komunikasi saja tetapi juga memberikan manfaat sebagai hiburan. Pada jaman sekarang ini ponsel tidak hanya sebagai alat untuk komunikasi jarak jauh saja tetapi juga digunakan untuk bisnis online, bentuknya juga bervariasi misalnya sekarang ada ponsel yang berbentuk seperti jam tangan. Itulah salah satu bukti nyata bahwa pemikiran manusia tidak ada batasnya.
Perubahan tersebut dapat menggeser kepercayaan-kepercayaan yang telah ada sebelumnya di Indonesia. Pergeseran kepercayaan tersebut amat sangat terasa di wilayah perkotaan dari pada di pedesaan. Mengapa demikian? Karena masyarakat yang tinggal di perkotaan akan semakin terbuka terhadap sesuatu yang baru (kekinian) tanpa harus memfilter terlebih dahulu apakah hal tersebut baik atau buruk bagi kehidupannya. Misalnya jika masyarakat kota sudah memegang ponsel, mereka tidak akan memedulikan orang-orang yang ada di sekitarnya bahkan banyak kematian yang disebabkan oleh pengaruh ponsel.
Bukan hanya dilihat dari dampak dari perubahan bidang komunikasi saja tapi juga bisa dilihat dari pesatnya perubahan bidang transportasi, kebanyakan orang kota akan lebih senang jika bepergian menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum, itu yang nantinya akan menimbulkan perbedaan strata antara yang kaya dan yang miskin. Perubahan tersebut yang akan mempersulit sosialisasi antara satu orang dengan orang lainya. Maka tak heran jika banyak orang yang mengatakan bahwa masyarakat perkotaan hidupnya individualis.
Perubahan tersebut akan berbanding terbalik dengan masyarakat pedesaan. Meskipun perubahan itu tidak sampai masuk ke wilayah pelosok (pedalaman) Indonesia tapi setidaknya masyarakat pedesaan masih bisa menikmati pesatnya perubahan yang ada di dunia ini. Pesatnya perubahan tersebut dikarenakan adanya arus globalisasi dimana arus ini dapat diartikan sebagai proses masuknya keruang lingkup dunia. Pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa semua manusia termasuk yang ada di pedesaan bisa menikmati perubahan tersebut misal, masyarakat pedesaan sudah mengenal ponsel tetapi ponsel tersebut jarang digunakan untuk hal-hal yang penting. Hal tersebut bisa berupa bisnis online dimana nantinya akan meningkatkan penghasilan mereka dll. Kebanyakan dari mereka menggunakan ponsel hanya sebagai alat komunikasi saja.
Perubahan tersebut juga akan terlihat mencolok pada masyarakat pelosok. Indonesia sampai sekarang masih banyak wilayah-wilayah pelosok yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Wilayah pelosok tersebut jangankan bisa menikmati pesatnya perubahan yang ada di dunia ini, lampu saja mereka tidak punya. Misalkan di daerah Papua Barat desa Bahamyenti, disana hanya ada 5 kepala rumah tangga saja. Desa tersebut wilayahnya terdapat dipelosok, untuk mencapai desa tersebut kita harus berjalan kaki dengan kondisi jalan berbatu dan licin.
Masyarakat yang ingin bersekolah harus jalan kaki jauh dikarenakan jalannya belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sehingga tidak ada kendaraan yang melintasi desa tersebut. Kemudian untuk kegiatan mandi dll, mereka masih menggunakan sungai. Kehidupan mereka sangat bergantung dengan alam.
Perbedaan mendasar antara masyarakat perkotaan, pedesaan dan pelosok adalah kepercayaan mereka. Masyarakat perkotaan yang terpengaruh oleh pesatnya arus globalisasi akan meninggalkan kepercayaan mereka karena merurut mereka hal tersebut adalah kuno. Kepercayaan yang dimaksud disini adalah mitos. Berbeda halnya dengan masyarakat pedesaan, meskipun mereka sebagian sudah mengenal perubahan seperti masyarakat perkotaan tetapi mereka masih memegang teguh kepercayaan yang ada di wilayahnya.
Misalnya jika ingin menikah mereka menggunakan penanggalan jawa, Tidak boleh duduk depan pintu agar jodohnya tidak kabur dll. Kepercayaan-kepercayaan yang seperti itu masih dipegang teguh oleh masyarakat pedesaan. Apalagi di wilayah pelosok, mereka sangat memegang teguh kepercayaan mereka atau bahkan kepercayaan mereka masih murni karena sampai sekarang tidak ada perubahan sedikitpun dari kepercayaan tersebut. Misalnya saja di papua, mereka masih mempercayai mitos bahkan pakaian dan rumah mereka masih mengunakan bentuk-bentuk yang belum tersentuh oleh pesatnya perubahan dunia. Namun mungkin hal tersebut tidak berlaku di wilayah perkotaan.
Pesatnya perubahan tersebut akan menguntungkan bagi golongan tertentu demi mencapai suatu keinginan yang tidak terbatas. Bisa kita katakan bahwa kita sekarang masih dijajah tetapi bukan oleh orang luar tetapi dalam negeri sendiri. Misalnya, negara Indonesia adalah negara yang subur, sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai petani lantas kenpa harga cabai pada tahun 2017 mengalami kenaikan harga yang sangat pesat? Dari situ dapat kita simpulkan bahwa ada orang yang berkepentingan berusaha untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya guna mencapai kebutuhannya sendiri.
Perubahan tersebut akan merugikan pihak satunya dimana semua hal di dunia ini pasti akan ada yang merasa diuntungkan dan dirugikan. Kerugian tersebut akan berdampak bagi orang-orang yang kurang mendapatkan pendidikan seperti halnya masyarakat pelosok yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Masyarakat pelosok hanya digunakan sebagai alat untuk terciptanya keinginan bagi golongan atas. Kalangan atas dengan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kalangan menengah kebawah akan mengeksploitasi segala sesuatu yang ada di alam ini hingga akhirnya yang kaya akan semakin kaya begitupun sebaliknya.
Bayangkan jika pesatnya perubahan di dunia ini semakin hari semakin menjadi besar, maka kehidupan seperti masyarakat pelosok yang tidak mengerti apa-apa bahkan tidak pernah menikmati pesatnya perkembangan yang ada di dunia ini akan ikut menanggung kerugiannya. Jika awalnya mereka menggantungkan diri kepada alam tetapi alam sudah di eksploitasi besar-besaran oleh orang berkepentingan maka siapa yang akan menanggung kehidupan mereka selanjutnya? Sedangkan pemerintah sekarang hanya sibuk dengan kasus korupsi E-ktp yang tidak akan pernah habis tersebut.
Pesatnya perubahan tersebut tidak akan bisa diatasi karena semakin hari manusia semakin banyak. Jika manusia semakin banyak maka kebutuhan hidupnya pun semakin meningkat. Kemudian, dari situ akan muncul keinginan-keinginan bagaimana kebutuhan tersebut bisa terpenuhi. Sehingga, banyak orang mengeksploitasi alam secara besar-besaran tanpa harus memerhatikan dampak bagi kehidupan manusia dimasa mendatang. Sekarang ini sudah banyak contohnya seperti, banyak pohon ditebangi sehingga terjadi banjir dan tanah longsor dimana-mana, banyak hewan dilaut yang mati karena memakan sampah plastik yang dibuang oleh manusia kelaut. Itulah sebagian contoh perbuatan manusia yang serakah, mereka hanya ingin mengambil tanpa memperbarui alam ini.
Perubahan antara jaman dulu dan sekarang memang sangat pesat bahkan perubahannya tidak dapat dicegah oleh siapapun dan juga tidak bisa dipungkiri perubahan tersebut akan menggeser atau memunahkan kepercayaan yang ada di masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. Hingga diharapkan pemerintah bisa lebih tegas lagi dalam membuat kebijakan-kebijakan dimana kebijakan tersebut lebih membela golongan menengah ke bawah agar pesatnya perubahan jaman bisa diikuti oleh semua golongan tanpa adanya kerugian disalah satu pihak.
Begitu juga masyarakat pelosok di Indonesia bisa lebih menikmati perkembangan jaman tanpa harus mengorbankan alam mereka dimana alam sebagai tempat berlangsungnya hidup mereka. Pemerintah harus lebih tegas memberikan sanksi bagi orang-orang yang mengeksploitasi alam secara besar-besaran. Bukan hanya pemerintah saja yang harusnya lebih tegas tetapi juga dari pihak masyarakatnya. Jika pemerintah sudah membuat kebijakan sesuai dengan pertimbangan, masyarakat harus mentaatinya tetapi jika masih kurang masyarakat juga mempunyai hak untuk mengkritisi kebijakan tersebut.
Meskipun masyarakat mempunyai hak besar dalam negara ini karena negara ini menganut sistem demokrasi tetapi alangkah lebih baiknya jika ingin mengkritisi tidak harus dengan demo besar atau hal anarkis lainnya agar negara Indonesia ini tidak rusuh dengan hal-hal negatif seperti itu, agar negara Indonesia ini bisa berjalan semestinya dengan negara-negara maju lainnya.

Sumber : https://www.kompasiana.com/retno_ekaning26/pengaruh-perkembangan-zaman-terhadap-pola-pikir-masyarakat_58fdc71e9fafbd6719b391ee

Youtube


Kelebihan dan Kekurangan Youtube



YouTube merupakan salah satu penyedia layanan video terbesar saat ini, YouTube juga media untuk upload secara gratis. Para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis, YouTube juga sangat cocok bagi kita yang ingin mencari informasi tanpa harus membaca artikel, Umumnya video-video di YouTube adalah klip video klip, Acara TV, Film serta video buatan para penggunanya sendiri. Dan perlu di ingat, video yang ditampilkan pada umumnya hanya untuk dilihat melalui browser, tidak untuk di download dan dilihat secara offline.

Namun pada 9 Oktober 2006 diumumkan bahwa YouTube telah dibeli Google dengan harga US$1,65 miliar, mungkin karena Youtube merupakan situs yang paling banyak dikunjungi kedua di dunia, dan pasti ini sangat menguntungkan bagi Google. Karena terlalu bisa diakses dan mengakses terlalu bebas, di beberapa negara seperti cina dan turki, oleh pihak berkuasa, facilitas YouTube tidak bisa diakses. Upload bebas video dengan YouTube kadang bisa menimbulkan akibat fatal ketika kita lupa upload atau tidak sengaja terupload.
Dan inilah kelebihan dan kekurangan menggunakan Youtube:
Kelebihannya :
  • bisa melihat dan mengupload video yang kita suka
  • sebagai ajang promosi diri
  • bisa mendownload setiap video
  • bisa belajar streaming, banyak video bermanfaat
  • ukurannya ada yang HD, bisa di download
  • videonya banyak
kekurangannya :
  • bisa disalahgunakan penggunanya
  • banyak informasi yang menyesatkan
  • banyak negara yang memblok Youtube
  • Karena terlalu bebas upload jadi banyak video yang tidak berguna atau video pornografi yang terupload
  • gambarnya tersendat sendat
  • banyak video dengan kualitas buruk
  • tidak cocok untuk slow conection
  • tidak bias download secara langsung

Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah Penyebab Beserta Solusinya

Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah Penyebab Beserta Solusinya!

By Ruangguru · Sep 30, 2016
Bagaimana cara mengatasi siswa yang malas belajar? Mungkin pertanyaan seperti ini pernah, bahkan kerap kali hinggap di pikiran Bapak/Ibu Guru. Sebelum mencari solusi, ada baiknya cari tahu dulu apa penyebabnya. Kalau penyebabnya sudah ditemukan, tentu solusi juga akan didapat. Berikut Ruangguru.com rangkum untuk Bapak/Ibu Guru. Keep reading :)
"Jika kau berteman dengan dengan kemalasan, maka kesuksesan akan menjauhimu. Karena kesuksesan berteman dengan kerja keras."

1. Beban sekolah

malas belajar Foto: chrysalis-school.com
Bayangkan saja kalau dalam sehari siswa dihadapkan lebih dari 5 mata pelajaran berbeda. Belum lagi kalau setiap mata pelajaran memberikan tugas dan ujian, tentu akan sangat melelahkan. Hal ini dapat memicu turunnya motivasi belajar siswa. Solusinya, coba pertimbangkan baik-baik sebelum memberikan tugas ke siswa. Buatlah tugas yang inovatif untuk siswa sehingga mampu berpikir kritis dan kreatif. Tujuan utama tugas adalah melatih kemampuan siswa, bukan menambah beban siswa. Kalau sampai terlalu banyak beban, siswa akan letih, jenuh, dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya. Bapak/Ibu tidak ingin hal tersebut terjadi kan?

2. Cara mengajar

malas belajar Foto: teachaway.com
Coba evaluasi ulang, bagaimana dengan cara pengajaran yang Bapak/Ibu terapkan selama ini kepada siswa. Apa sudah sesuai atau belum. Jangan bosan untuk mengkaji ulang apa yang harus diperbaharui dan diperbaiki.

3. Minat

Malas juga bisa dipicu karena siswa kurang gemar pada beberapa pelajaran tertentu. Nah, di sinilah peran Bapak/Ibu untuk mengarahkan siswa untuk mengetahui minat dan bakatnya. Jika menonjol pada bidang tertentu, dukung dan terus beri motivasi agar siswa lebih percaya diri mengembangkan dirinya. Untuk hal ini, wajib hukumnya untuk berpikiran terbuka ya. Ingat, tidak semua siswa berminat pada mata pelajaran akademis lho. Namun, jangan lupa didukung dengan mata pelajaran yang kurang disukai. Semangati dengan “Coba dulu, pelan-pelan pasti bisa.”

4. Masalah pribadi

malas belajar Foto: mdpcdn.com
Jangan pernah bosan untuk mengenali siswa secara personal. Karakter siswa terbentuk pertama kali sejak dari rumah. Jika siswa malas, maka perlu ditelusuri apakah ada masalah tertentu yang mengakibatkan siswa berperilaku demikian. Misalnya masalah atau tekanan dari orangtua dan saudara kandung. Orang di rumah harus mempunyai komunikasi yang terjalin baik dengan siswa. Selain itu, peer group juga turut berpengaruh pada perkembangan karakter. Kalau dikelilingi orang-orang inspiratif dan rajin, siswa pun akan ikut terbawa arus positif, begitu juga sebaliknya.

5. Tidak ada yang jadi panutan

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, guru profesional adalah yang bisa menjadi contoh bagi siswanya. Nah, siswa tentu butuh panutan agar ia termotivasi. Pancing siswa agar menceritakan siapa tokoh idolanya. Jika siswa bingung, maka Bapak/Ibu bisa coba mengenalkan dengan tokoh-tokoh inspiratif yang akan memacu motivasi belajar mereka.
Bapak/Ibu harus memberi pengarahan serta kesadaran bahwa rajin itu hal positif yang harus dijadikan kebiasaan. Cara paling ampuh untuk mengembangkan potensi diri adalah belajar. Tidak hanya teori, namun dibarengi dengan praktik karena merupakan kebutuhan setiap manusia. Coba beri motivasi dengan mengatakan “Lihat anak-anak di jalanan sana. Mereka ingin belajar seperti kalian, namun tidak memungkinkan karena harus membantu orangtua mencari uang. Seharusnya mereka bisa ikut belajar dan bermain dengan teman sepantarannya seperti kalian.”

6. Cara penyampaian

Foto: understood.com
Well, mungkin secara tidak sadar Bapak/Ibu pernah mengucapkan kalimat yang membuat siswa tidak nyaman. Jika tidak nyaman, maka rasa malas akan menghantui. Apa pun yang hendak dibicarakan pada siswa, sebaiknya tidak mengintimidasi atau merendahkan diri siswa. Ucapkanlah selalu kata-kata positif meski dalam kondisi marah sekali pun. Hindari amarah yang menggebu-gebu, apalagi sampai menggunakan kekasaran ya.

7. Belum menemukan cara belajar yang tepat

Cara belajar setiap orang berbeda-beda, termasuk siswa. Ada yang mudah paham dengan mendengar, lihat gambar, membaca, dan sebagainya. Rasa malas bisa juga muncul karena siswa belajar dengan metode yang kurang sesuai dengan kemampuannya menyerap ilmu. Penting sekali untuk mengedukasi siswa perihal pentingnya mengenal diri masing-masing. Kalau siswa tahu metode belajar seperti apa yang membuat mereka mudah mencerna pelajaran, tentu segalanya jadi lebih mudah. Bapak/Ibu hanya perlu mendampingi sambil terus mendukung.

8. Pacaran

Maraknya pacaran di kalangan pelajar, bahkan di usia SD membuat hal ini menjadi semacam tren. Fenomena ini sungguh disayangkan. Waktu yang seharusnya bisa dialokasikan untuk belajar, terpakai untuk chat dan telepon dengan sang pacar. Sebaiknya jangan dilarang, karena biasanya semakin dilarang, justru semakin menjadi. Dalam hal ini, Bapak/Ibu bisa mengontrol agar siswa masih dalam batas sewajarnya. Dengan demikian, siswa mampu mengelola waktu, mana yang untuk belajar, mana untuk senang-senang.

9. Fasilitas berlebih

Orangtua memfasilitasi anak dengan berbagai macam kenyamanan. Hal ini ditujukan agar si anak tidak perlu repot melakukan berbagai aktivitasnya. Well, tidak salah memberikan fasilitas, asal tahu cara mengelolanya. Jangan sampai karena terbuai fasiltas, siswa malah jadi malas berusaha karena terbiasa mudah mendapatkan apa-apa. Misalnya diberikan gadget bagus dan mahal. Selain digunakan untuk hiburan, ada baiknya jika dimanfaatkan juga untuk belajar. Sekarang sudah ada latihan soal dan aplikasi belajar online yang bisa memudahkan siswa belajar di mana dan kapan saja. Guru di era kini, sudah harus melek teknologi juga dong.
Bapak/Ibu Guru harus berkoordinasi dengan pihak orangtua siswa agar semua berjalan lancar. Jika siswa berhasil melawan rasa malasnya, jangan ragu untuk berikan apresiasi kepadanya. Happy teaching, good teacher! (TN)

Sumber : https://blog.ruangguru.com/mengapa-siswa-malas-belajar-inilah-penyebab-beserta-solusinya

Rabu, 29 November 2017

Cerpen Terbaik




Kopi dan Kematian
Cerpen Karangan: Aris Asya'ari
Kategori:
Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 26 November 2017
Hujan semakin deras mengguyur kota, menutupi temaram senja embun menempel pada kaca-kaca jendela, setiap tetesnya laksana jarum bagi pengendara motor, daun-daun berguguran lalu hanyut menuju selokan.
Bagaikan raja, ia duduk di dalam sebuah kafe, dua kakinya tergeletak di atas meja bersanding dengan secangkir kopi yang masih hangat, tatapannya sombong menembus kaca amati rintik hujan yang jatuh tanpa henti.
Ia hanya termenung dan melamun tiba-tiba jederrrr… Prang… Gemuruh petir menyambar kaca jendela hingga pecah, satu dua tiga menit terlewat ia amati sekelilingnya, ramai dan bising rumpian orang-orang.
“Di mana aku? Dan mengapa tempat ini ramai sekali?”
“Ingatan terakhirku, aku berada di sebuah kafe, tapi ini? Tempat apa?”
“Warung kopi?”. Lama ia merasa bingung, “Mas farhan ini kopinya” tawar seorang pelayan warung,
“Aku tidak memesan kopi ini mbak”
“Iya mas memang tidak memesan kopi, tapi orang itu yang memesankan kopi ini untuk mas” pelayan itu menunjuk seorang lelaki parubaya yang duduk dua kursi dari farhan, sembari berlalu pelayan itu meninggalkan tanda tanya pada benak farhan.
“Siapa lagi orang tua ini, kenal saja tidak tiba-tiba mentraktir aku kopi”.
Lelaki paru baya itu lalu bangkit dan menghampiri farhan dengan suara berat ia berucap, “Kamu tahu nak farhan?”
“Secangkir kopi ini suatu saat akan mengadu pada tuhan, bagaimana kita menikmatinya dan dalam tingkah bagaimana kita menghirup aromanya”, tanpa permisi ia berlalu meninggalkan tanda tanya di benak dan hati farhan.
Ia hanya diam kebingungan sembari menatap kopi yang belum diseruputnya, lalu kopi itu bersuara “Hey… Mengapa kau tatap aku seperti musuh? Bukankah kita berteman? Apa kau lupa bagaimana kita menghabiskan malam dengan nafsu dan yang menggebu-gebu, serta menghabiskan hari-hari dengan penuh ambisi?” ia tercekang tak percaya apa yang barusan didengarnya.
“Secangkir kopi? Membongkar aibku, mustahil”.
“Orang tua itu.. Aku harus mengejarnya”.
Tanpa pikir panjang ia berlari keluar warung mencari orang tua yang menasehatinya, namun langkahnya terhenti oleh kerumunan orang di depan kafe.
“Kafe? Bukankah aku tadi berada di kafe ini?” lagi-lagi ia dibuat bingung oleh keadaan, ia tatap jalan yang baru dilaluinya hanya jalan raya yang sepi, hujan lebat serta beberapa mobil polisi yang terparkir di depan kafe.
Hanya bunyi bisik-bisik orang yang samar beradu deru hujan.
“Siapa yang meninggal?”
“Nggak tau, katanya farhan namanya”.
Ia tercekang mendengar nama farhan “Farhan siapa?” jeritnya..
“Hey.. Farhan siapa yang meninggal”
Namun jeritnya hilang tertelang deru hujan, ia menerobos kerumunan dan masuk ke dalam kafe. “Hah.. Mengapa aku terbaring kaku di situ?”
“Aku… Sudah meninggal?”
“Tidaaakkk…” namun hanya deru hujan yang menutup langit jingga serta teriakan yang tak pernah terdengar
Cerpen Karangan: Aris Asya’ari
Facebook: arisasy’ari
Cerpen Kopi dan Kematian merupakan cerita pendek karangan Aris Asya'ari, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.



Pengaruh Perkembangan Zaman terhadap Pola Pikir Masyarakat

Semakin hari perubahan yang terjadi di dunia ini semakin pesat. Perubahan tersebut ditandai denga...